Skip to content

Tracking Video YouTube di Website Menggunakan Google Tag Manager Template

Video menjadi salah satu jenis konten paling efektif untuk meningkatkan engagement pengguna di website. Namun, tanpa tracking yang tepat, kamu tidak akan tahu apakah video tersebut benar-benar ditonton atau hanya sekadar tampil di halaman.

Dengan Google Tag Manager (GTM) dan Google Analytics 4 (GA4), kamu bisa melacak interaksi pengunjung dengan video YouTube yang di-embed di website secara otomatis dan akurat.

Apa Itu YouTube Video Tracking di Google Tag Manager?

YouTube Video Tracking adalah metode untuk mencatat aktivitas pengguna saat berinteraksi dengan video YouTube di website, seperti:

  • Memulai video

  • Menjeda video

  • Menonton hingga persentase tertentu

Data ini dikirim ke GA4 sebagai event, sehingga bisa dianalisis untuk keperluan digital marketing, SEO, dan optimasi user experience.

Fungsi dan Manfaat Tracking Video YouTube

Dengan menerapkan tracking video YouTube, kamu bisa:

  • Mengetahui apakah video benar-benar ditonton

  • Melihat persentase video yang ditonton pengguna

  • Mengidentifikasi bagian video yang paling menarik

  • Mengukur performa konten video sebagai bagian dari funnel

  • Membantu pengambilan keputusan berbasis data (data-driven)

Event Video yang Dilacak di GA4

Tracking ini secara otomatis mengirim beberapa event berikut ke Google Analytics 4:

1. video_start

Event ini tercatat saat pengguna mulai memutar video.

2. video_pause

Event ini tercatat saat pengguna menjeda video.

3. video_progress

Event ini tercatat saat video mencapai persentase tertentu.

4. Nilai video_percent yang direkam:

  • 25%

  • 50%

  • 75%

  • 90%

Parameter Video yang Dicatat

Setiap event video juga membawa parameter tambahan, seperti:

  • video_title → Judul video YouTube

  • video_provider → Platform video (YouTube)

  • video_current_time → Durasi terakhir saat event terjadi

  • video_url → URL video

Parameter ini memungkinkan analisis lanjutan, misalnya:

  • Video mana yang paling sering ditonton hingga 75%

  • Di detik ke berapa pengguna paling sering pause

Cara Setup YouTube Video Tracking di Google Tag Manager

1. Download File Container GTM

Unduh file container JSON yang sudah berisi konfigurasi tracking video YouTube.

Tips: Klik kanan pada link → Save Link As / Save Target As

2. Import Container ke Google Tag Manager

  1. Login ke akun Google Tag Manager

  2. Masuk ke menu Admin

  3. Pilih Import Container

  4. Upload file JSON yang sudah diunduh

  5. Atur opsi import sesuai kebutuhan (merge / overwrite)

3. Masukkan GA4 Measurement ID

  • Buka GA4 Event Tag di GTM

  • Cari field Measurement ID

  • Masukkan Measurement ID dari properti GA4 kamu
    (contoh: G-XXXXXXXXXX)

4. Preview dan Publish

Sebelum publish, lakukan testing:

  • Aktifkan Preview Mode di GTM

  • Putar video YouTube di website

  • Pastikan event muncul di DebugView GA4

  • Jika semua event berjalan normal → Publish

Agar Parameter Video Muncul di Laporan GA4

Beberapa parameter video tidak langsung muncul di laporan GA4.

Solusinya:

  1. Masuk ke Admin GA4

  2. Pilih Custom Definitions

  3. Daftarkan parameter video sebagai Custom Dimensions

Setelah itu, data bisa digunakan di:

  • Standard Reports

  • GA4 Explorations

  • Funnel Analysis

  • Path Exploration

Kapan Tracking Ini Wajib Digunakan?

YouTube video tracking sangat direkomendasikan jika kamu memiliki:

  • Landing page berbasis video

  • Website edukasi atau course online

  • Blog dengan konten video

  • Campaign digital marketing berbasis video

  • Fokus pada optimasi conversion & engagement

Tracking video YouTube menggunakan Google Tag Manager dan GA4 membantu kamu memahami perilaku pengguna secara lebih mendalam. Dengan data ini, kamu bisa:

  • Mengoptimalkan konten video

  • Meningkatkan engagement

  • Mengambil keputusan berbasis data, bukan asumsi

Table of Content
    By Ida Ayu Nonik on January 6, 2026

    Share this article

    Back To Top